Rabu, 28 Januari 2015

BAB III
PROSEDUR PENELITIAN
                                                                                                                                                                                                                                                                  
A.       Metode dan Bentuk Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif sedangkan bentuk penelitian adalah berbentuk kuasi eksprimen atau eksperimen semu yaitu penelitian yang tidak menyertakan kontrol atau pembanding (Ruseffendi, 2001 : 32).
Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu “Pretest Posttest Design”. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa yang diberi perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah pada konsep sistem respirasi. Desain penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 3.1
Desain Penelitian Pretest Posttest Design

Kelompok
Pre-test
Eksperimen
Post-test
Eksperimen
A1
B
A2


Keterangan:
B = Proses pembelajaran berbasis masalah
A1 =  Pre test
35
A2 =  Post test
               

                                                                                                                                                                                                                       
B.        Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi penelitian adalah seluruh siswa pada SMP PGRI 02 Tapang Semadak. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII sebanyak satu kelas dari empat kelas homogen yang diambil secara Sample Random Sampling, yaitu cara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan tingkatan dalam populasi tersebut. Hal ini dilakukan karena anggota populasi bersifat homogen. Riduwan (2005:58)..
C.    Teknik dan Alat Pengumpul Data
1.         Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data dari penelitian ini, maka ada beberapa teknik yang dapat digunakan yakni :
a.       Teknik Pengukuran (Test), yaitu menjawab pertanyaan yang diberikan untuk mengetahui penguasaan konsep siswa tentang materi pencemaran lingkungan.
b.      Komunikasi tidak langsung (Angket) yaitu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap model pembelajaran berbasis masalah.
2.         Alat Pengumpul Data
Untuk memperoleh data dalam penelitian ini digunakan dua macam alat atau instrumen, yaitu soal tes penguasaan konsep dan angket yang berisi tanggapan siswa  terhadap model pembelajaran berbasis masalah.


D.    Teknik Analisis Data
1.         Analisis Penguasaan Konsep
1.         Pemberian skor tiap siswa (skor penguasaan konsep) dengan cara menghitung jumlah jawaban yang benar.
2.         Mengubah skor total menjadi skor baku (nilai), dengan menggunakan rumus :

                                                       Skor siswa
                                    Nilai   =                            x 100%
                                                       Skor total

Nilai yang diperoleh siswa kemudian ditafsirkan dengan kategori berdasarkan Tabel 3.2.

Tabel 3.2.
Kategori Nilai
(Mulyadiana, 2000)

Rentang
Keterangan
91% ≤ A ≤ 100%
Sangat baik
76% ≤ B ≤ 90%  
Baik
56% ≤ C ≤ 75%  
Cukup
41% ≤ D ≤ 55%  
Kurang
0% ≤ E ≤ 40%
Jelek



3.         Untuk melihat peningkatan penguasaan konsep antara sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menghitung indeks gain (gain ternormalisasi) skor siswa dengan rumus yang dikembangkan oleh (Meltzer , 2002:1260)  :
                                                g      =                                          
          
  Keterangan :
                      = Skor Pre-test
                      = Skor Pos-test
                     = Skor Maksimum

Kategori indeks gain :
                         Tinggi       :    g > 0,7
                         Sedang      :   0,3 <g ≤ 0,7
                         Rendah           g ≤ 0,3

Subjek penelitian berjumlah 34 siswa. Menurut Stevenson dan Mnium (1978, dalam Russefendi, 1998:273) sampel disebut besar apabila jumalah sampel paling sedikit 30 atau ukuran sampel yang besar berada diantara 25 dan 30. Ukuran sampel yang besar dapat diasumsikan berdistribusi normal maka selanjutnya dapat dilakukan pengujian rerata satu sampel dengan uji-Z sebagai pendukung N-Gain khusus pada penguasaan konsep.

 Rumus   Z   =                   (Russefendi, 1998:309)
µ hip (µ hipotesis) mengacu pada ketuntasan belajar penguasaan konsep dari Depdikbud (1995 dalam Suhendra, 2005)  yaitu jika siswa memperoleh hasil tesnya atau menguasai materi pelajaran  ≥ 65% dari skor total, maka siswa tersebut mencapai ketuntasan belajar atau telah belajar dengan tuntas. Sedangkan secara klasikal ketuntasan belajar dicapai jika  jumlah siswa yang memiliki nilai ≥ 65  lebih dari  85%   jumlah siswa keseluruhan.

2.         Analisis angket
Angket digunakan untuk melihat tanggapan siswa terhadap model pembelajaran berbasis masalah.  Data hasil angket dihitung menggunakan persen yakni :

                                          Jumlah frekuensi yang muncul
                        Rumus  =                                                           X 100%
                                                           Jumlah siswa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar