BAB III
PROSEDUR PENELITIAN
A.
Metode dan Bentuk Penelitian
Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif sedangkan bentuk
penelitian adalah berbentuk kuasi eksprimen atau
eksperimen semu yaitu penelitian yang tidak menyertakan kontrol atau pembanding
(Ruseffendi, 2001 : 32).
Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu “Pretest Posttest Design”. Penelitian ini
dilakukan terhadap siswa yang diberi perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran berbasis
masalah pada konsep
sistem respirasi. Desain penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut
:
Tabel 3.1
Desain Penelitian Pretest Posttest
Design
|
Kelompok
|
Pre-test
|
Eksperimen
|
Post-test
|
|
Eksperimen
|
A1
|
B
|
A2
|
Keterangan:
B = Proses pembelajaran
berbasis masalah
A1
= Pre
test
|
35
|
B.
Populasi dan
Sampel Penelitian
Populasi penelitian adalah seluruh
siswa pada SMP PGRI 02 Tapang Semadak. Sampel yang digunakan pada penelitian
ini adalah siswa kelas VIII sebanyak satu kelas dari empat kelas homogen yang
diambil secara Sample Random Sampling, yaitu cara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan
acak tanpa memperhatikan tingkatan dalam populasi tersebut. Hal ini dilakukan karena
anggota populasi bersifat homogen. Riduwan (2005:58)..
C.
Teknik dan Alat
Pengumpul Data
1.
Teknik Pengumpulan
Data
Untuk memperoleh data
dari penelitian ini, maka ada beberapa teknik yang dapat digunakan yakni :
a.
Teknik
Pengukuran (Test), yaitu menjawab pertanyaan yang diberikan untuk mengetahui
penguasaan konsep siswa tentang materi pencemaran lingkungan.
b.
Komunikasi
tidak langsung (Angket) yaitu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan
untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap model pembelajaran berbasis masalah.
2.
Alat Pengumpul Data
Untuk memperoleh data
dalam penelitian ini digunakan dua macam alat atau instrumen, yaitu soal tes
penguasaan konsep dan angket yang berisi tanggapan siswa terhadap model pembelajaran berbasis masalah.
D.
Teknik Analisis Data
1.
Analisis Penguasaan
Konsep
1.
Pemberian skor tiap siswa (skor penguasaan konsep) dengan cara
menghitung jumlah jawaban yang benar.
2.
Mengubah skor total menjadi skor baku
(nilai), dengan menggunakan rumus :
Skor
siswa
Skor
total
Nilai yang diperoleh siswa kemudian ditafsirkan
dengan kategori berdasarkan Tabel 3.2.
Tabel 3.2.
Kategori Nilai
(Mulyadiana, 2000)
|
Rentang
|
Keterangan
|
|
91% ≤ A ≤ 100%
|
Sangat baik
|
|
76% ≤ B ≤
90%
|
Baik
|
|
56% ≤ C ≤
75%
|
Cukup
|
|
41% ≤ D ≤
55%
|
Kurang
|
|
0% ≤ E ≤ 40%
|
Jelek
|
3.
Untuk
melihat peningkatan penguasaan konsep antara sebelum
dan sesudah pembelajaran dengan menghitung indeks gain (gain ternormalisasi)
skor siswa dengan rumus yang dikembangkan oleh (Meltzer , 2002:1260) :
g =
Keterangan :
Kategori
indeks gain :
Tinggi :
g > 0,7
Sedang :
0,3 <g ≤ 0,7
Rendah g ≤ 0,3
Subjek penelitian
berjumlah 34 siswa. Menurut Stevenson dan Mnium (1978, dalam Russefendi,
1998:273) sampel disebut besar apabila jumalah sampel paling sedikit 30 atau
ukuran sampel yang besar berada diantara 25 dan 30. Ukuran sampel yang besar
dapat diasumsikan berdistribusi normal maka selanjutnya dapat dilakukan
pengujian rerata satu sampel dengan uji-Z
sebagai pendukung N-Gain khusus pada penguasaan konsep.
Rumus
Z =
(Russefendi, 1998:309)
µ hip
(µ hipotesis) mengacu pada
ketuntasan belajar penguasaan konsep dari Depdikbud (1995 dalam Suhendra,
2005) yaitu jika siswa memperoleh hasil
tesnya atau menguasai materi pelajaran ≥
65% dari skor total, maka siswa tersebut mencapai ketuntasan belajar atau telah
belajar dengan tuntas. Sedangkan secara klasikal ketuntasan belajar dicapai
jika jumlah siswa yang memiliki nilai ≥
65 lebih dari 85% jumlah siswa keseluruhan.
2.
Analisis angket
Angket digunakan untuk melihat tanggapan
siswa terhadap model pembelajaran berbasis masalah. Data hasil angket dihitung menggunakan persen yakni :
Jumlah frekuensi yang muncul
Jumlah siswa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar